Tuesday, June 12, 2012

Awan Mendung






Mungkin agak riskan bila ku ajak untuk mengingatnya kembali.
Dia yang terlupakan. Dia yang tidak pernah disebut-sebut.
Yang namanya hanya disapa ketika bertemu langsung dengannya, lalu sapaan itu ikut terbawa bersama kepergiannya. Namun demikian sosok nya masih tersimpan baik, melintas di sinaps-sinaps otak ku.

Dia, seorang yang ku juluki 'awan mendung'.
Sebuah julukan yang hanya aku dan dia sendiri yang tahu.
Entah dia menerimanya atau tidak.
Ku rasa dia sudah tidak peduli lagi dengan julukan-julukan yang ditimpali orang-orang padanya.
Sudah beraneka ragam sebutan yang kebanyakan berisi celaan untuknya.
Tetapi aku menjulukinya awan mendung bukan karena mencela warna seragam sekolah satu-satunya yang ia punya saat SMP dulu. Bukan juga karena menyindir warna kulitnya yang kontras saat berdampingan dengan gadis-gadis peranakan tiongkok.
Tapi karena kehadirannya yang sering tidak dikhendaki 'penghuni-penghuni taman'.
Yang bagi mereka, kedatangannya hanya akan merusak keceriaan. Padahal bagiku kedatangannya membawa angin sejuk bagi jiwa-jiwa yang haus inspirasi dan kering motivasi seperti diriku..

No comments:

Post a Comment

Followers

Search This Blog